Suasana Hati : just like a roller coaster

Akhir-akhir ini kebetean melanda saya dengan amat sangat dan tanpa ampun… Bukan tanpa alasan, bukan tanpa penjelasan. Well, I’ll try to explain, kebetean macam apa itu, yang dengan sukses membuat suasana hati saya seperti halnya roller coaster. Pagi ceria, siang cemberut, sore muka ditekuk.

Saya bete karena sebenernya saya kecewa. Yup, sekali lagi saya kecewa. Sebetulnya saya gak boleh kecewa, toh saya gak bakalan bisa memaksakan cara berfikir saya ke orang lain, kan..?? Siapa saya yang maksa-maksa orang lain berfikir secara ideal..?? Yup, “ideal” is the key.. I can’t force them, all I can do is influence them with the positive thinking and positive doing.

Sebenarnya bukan masalah ideal or not ideal, tapi lebih ke arah gimana sih orang-orang itu berfikir…. Boleh donk saya berharap orang-orang di sekitar saya itu sedikit berfikir atas apa yang akan dan sedang dilakukan. Hiii, ngarep ya boo’…!!! Bukan ngarep sih ya, soalnya orang-orang itu orang-orang pinter loooh.

Dilanda bete kepayang, nyiapin presentasi, bikin janji ama dentist, jaga mood buat interview, pembantu pulang dan lain-lain. Perfect way to switch the bad-mood ON. Hahaha… In the other way, saya memang harus jaga diri dari yang namanya apatis, demotivasi dan teman-temannya. It’s hard but it’s a must….

Sekarang, bete dah mulai menghilang, kecewa tetep. Cuman rasanya koq saya sudah bisa menjaga ritme hati untuk menangkal kebetean itu. Sebuah pilihan : saya yang ter-influence sama lingkungan or saya yang berhasil meng-influence lingkungan saya. Doakan saja saya bisa jalanin pilihan kedua…. Cheerss…

Sore sepi

Sore, sepi… Di luar hanya ada sisa-sisa hujan dan gemuruh lirih sang guntur…

#setelah sekian lama tidak mengunjungi blog ini#

Menjelang Lebaran

Friday nite, stuck in the office, with some of friend. Quite, feels lonely… Hopefully, here with full team…

Un-defined Feeling

Huuupppfff, hari ini gue kehilangan semangat. Apa yang memicu gue juga gak tau pasti, yang pasti cuman gue lagi ngerasa gak mood ajah.

I think someone out there also in a bad-mood situasion…

Puasa

Sahur hari kelima, insya Allah besok dah memasuki puasa hari kelima. Dari lima kali sahur, 3 kali sahur di rumah, 2 kali sahur di kantor.

Aku Menangis

Aku hanya wanita biasa, yang mudah merasakan kecewa dan menangis tergugu di ruang sepiku sendiri. Kadang kuceritakan kekecewaanku pada seseorang, tak jarang pula kusembunyikan sendiri hingga hapus sudah kekecewaan itu dengan sendirinya.

Aku hanya wanita biasa, yang bisa tersakiti sudut hatinya. Memendam rasa sakit hati sendiri, kadang tanpa tahu bagaimana membuang rasa itu. Menarik diri dari dunia luar, menyelami hati dan pikiran berhari-hari hingga hilang kesakitan itu. Namun kau tahu, rasa sakit itu masih membekas di sudut hatiku.

Aku hanya wanita biasa, yang sering terhenti di persimpangan jalan, hanya untuk memilah dan menimbang jalan mana yang harus aku tempuh. Kadang butuh waktu sehari, seminggu atau sebulan bahkan, hanya untuk sebuah kebimbangan kecil. Kau tahu, wanita lebih mengandalkan perasaannya untuk sebuah keputusan penting sekalipun.

Aku sedang merasakan kekecewaan terdalam, sakit hati dan juga sedang terhenti di persimpangan jalan. Dan aku menangis… Dan aku tidak ingin berbagi kesedihan ini dengan orang lain, meski kesakitan ini sungguh berat aku tanggung sendiri. Biarlah beban ini menjadikan aku lebih kuat untuk menghadapi orang sepertimu, orang yang telah menyakiti hatiku.

Aku menangis…

Sebuah Impian

Kadang gue berharap, gue hidup di sebuah negara (setidaknya lingkungan) yang melarang pemakai jalan, entah itu pengendara motor ataupun mobil, menggunakan handphone saat berkendara tanpa menggunakan earphone ataupun alat bantu lainnya. By the way, kapan ya di Indonesia berlaku peraturan seperti impian gue di atas?

Lagi miris-mirisnya ama apa yang terjadi di jalanan… Huuh… Kelihatannya sepele, tapi pernah ngebayangin gak ketika nyetir mobil, ada seorang pengendara motor, mengendarai dengan satu tangan, satu tangan lagi pegang ponsel, ngobrol selayaknya dia tidak sedang mengendarai motor. Huuh…